Friday, June 2

Netizen Enthusiasm 4 Pilar Negara bersama MPR RI


Bersamaan dengan hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2017, Netizen MPR RI mengadakan acara ngobrol santai yang selalu diselenggaran secara rutin setiap tahun, yang saat ini diselenggarakan di Novotel Bandung. Acara ngobrol santai yang membahas seputar kebangsaan ini, telah dilaksanakan dibeberapa kota seperti Solo, Yogyakarta, Jakarta, Makassar, dan Palembang. Acara dihadiri oleh kurang lebih 50 para antusiasme blogger dari berbagai daerah berkumpul dan saling bertukar pikiran dan gagasan.

Acara yang diseleggarakan di kota Bandung ini, membahas tentang “4 PILAR KEBANGSAAN” . Ada empat orang yang menjadi pembicara pada ngobrol santai ini adalah Bu Titi (Kep. Birohumas MPR), Teh Raras (Kep. Lembaga Pemberitaan Informasi), dan Bpk Ma’ruf Cahyono (Sekjen MPR RI).
Acara singkat dan penuh makna sangat membawa pemikiran-pemikiran untuk saling terbuka, segala kejanggalan dan permasalah yang ada di ruang lingkup masyarakat terhadap kebangsaan dibahas dalam acara ini.
Sosialisasi Singkat Bpk Ma'ruf Cahyono (Sekjen MPR RI)
Berbicara tentang 4 Pilar Kebangsaan, masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum memahami apa pentingnya 4 pilar kebangsaan itu. Yang perlu diketahui bersama 4 Pilar Kebangsaan merupakan 4 unsur materi penyusun kemerdekaan neagara Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Dari 4 unsur tersebut, sebagai masyarakat berbangsa dan bernegara wajib memahami arti dari keempat unsur tersebut. Karena sudah kodratnya seorang warga negara Indonesia menjunjung tinggi 4 unsur tersebut, demi mencapai suatu keadilan dalam bernegara.
Dari ngobrol santai tersebut, Teh Raras juga sempat menyinggung tentang isu sara dan informasi palsu (HOAX) yang menyebar fitnah dan provokator yang tersebar di social media. Hal tersebut sangat berhubungan jiwa kebangsaan rakyat Indonesia. Karena setiap orang-orang memiliki mindset yang berbeda-beda sehingga setiap informasi yang diperoleh dari social media, akan dicerna sesuai pemahaman mereka. Karena sikap rakyat Indonesia juga tidak monoton dan perbedaan mindset yang saling bertolak belakang satu sama lain membuat terjadi gesekan yang menimbulkan api yang membara. Perdebatan yang terjadi di dunia maya menimbulkan hal yang bisa mencoreng keutuhan 4 pilar negara, karena sebagai rakyat yang harusnya bersatu malah terpecah dan saling menjatuhkan. Jadi beginikah kondisi Indonesia sekarang selepas kemerdekaan? Apakah arti kemerdekaan sesungguhnya jika dilihat dari kondisi tersebut? Mungkin pembaca bisa menjawab sendiri.

Dari pembicaraan yang saya kutip dari Bapak Ma’ruf Cahyono selaku Sekretaris Jendral MPR RI, memberikan informasi secara singkat tentang bagaimana menjadi masyarakat yang menjunjung tinggi 4 Pilar Negara. Hal yang pertama dimulai dari diri sendiri, apakah kita mampu memilah informasi yang kita terima baik dalam dunia nyata maupun di dunia maya. Kita harus cerdas dalam memilih konten agar terhindar dari provokasi. Yang kedua , menghubungkan MPR ke masyarakat mengenai pemahaman secara mantap terhadap aturan dan kepentingan untuk mencapai kesejahteraan bersama melalui keutuhan 4 Pilar Negara yang telah disebutkan sebelumnya. Pentingnya masyarakat mengetahui tugas-tugas MPR sebagai pemeran dalam tugas negara menjadi dampak yang positif sehingga masyakarat tahu, bagaimana proses ketatanegaraan diatur oleh MPR.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon